Essensi Pengorbanan
Saat ini umat masih dalam suasana Idul Adha atau hari raya Qurban, Ketika saudara-saudara kita yang diberikan anugrah oleh Allah SWT untuk pergi ke Baitullah melaksanakan rukun Islam ke lima, kita yang ditana air melakukan sholat dan melakukan Kurban bagi yang mampu, Kata pengorbanan sangat populer untuk hal yang bersifat pemberian, padahal pengorbanan tidak hanya dalam bentuk fisik tapi juga bisa dalam bentuk sprituil, ketika seseorang sabar menahan diri untuk melakukan maksiat maka dia juga telah berkorban untuk kebersihan hatinya, ketika fakir miskin sabar dalam usaha mencari riski yang halal dia telah berkorban pada dunia untuk hari akhearatnya.
Pengorbanan dalam arti luas juga dapat dilihat padibadah haji, kita yang belum mempunyai kesempatan mungkin cukup dengan melaksanakan sholat idul adha dan bagi yang mampu diwajibkan untuk melaksanakan qurban pada fakir miskin. ada yang menarik dari essensi sebuah pengorbanan, kata pengorbanan sangat populer untuk seorang pemimpin, banyak data imperis memperilhatkan bahwa keterpurukan bangsa ini sampai sekarang karena banyaknya pemimpin yang tidak mau berkorban, bukan berkorban sapi atau kerbau pada Idul Adha, kalau yang ini hampir semua pemimpin melakukannya, apalagi kalau sudah mau pemilu, lebih dari itu pengorban yang diharapkan adalah dapat merubah peradaban suatu daerah atau bangsa, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat, pada umumnya program pemimpin terpilih adalah bagaimana uang kampanye kembali dulu, setelah masuk tahun kelima baru mau memikirkan masyarakat, supaya dapat terpilih kembali, setelah terpilih untuk kedua kalinya, kemudian melakukan sapu bersih, karena berpikiran jabatan periode berikutnnya tidak mungkin lagi dijabatnya. bagaimana sautu daerah itu bisa maju, kalau anggaran APBD tidak dipakai untuk hal-hal yang bersifat produktif. Kalau suatu bangsa ingin bangkit dan mau melakukan perubahan peradaban, maka pengorbanan pemimpin sangat penting, setelah dia menjabat dia tidak memikirkan bagaimana uangnya kembali tapi bagaimana dia membagun fondasi masyarakat yang tangguh, fondasi masyarakat yang tangguh ini hanya dapat dicapai dengan membentuk sumber daya manusia yang menguasai teknologi melalui jalur pendidikan, maka dari itu apa yang dilakukan oleh Jepang pada zaman restorasi Meiji, telah merubah peradaban Jepang menjadi bangsa yang tangguh. dimana Ribuan pemuda jepang di sekolah di eropa maupun Amerika, Kaisar Jepang pada waktu tidak berpikiran untuk dua atau tiga tahun kemudian tapi puluhan bahkan ratusan tahun kemudian, maka pemimpin yang mempunyai pemikiran seperti inilah yang diharapkan dapat merubah peradaban bangsa kita. Dia harus berkorban untuk tidak menikmati dari investasi tersebut, tapi sejarah akan mencatat bahwa dia adalah orang langka yang perna ada yang telah merubah peradaban suatu bangsa. Pemimpin seperti ini akan sulit dicari kalau dia menjabat karena banyak memberikan sumbangan pada masyarakat, pemimpin ini hanya akan ada kalau dia terpilih karena kredibilitas dan kulitas serta kejujurannya. Terlepas dari kelemahan dan kelebihan Mahathir, dia telah membawa Malaysia menjadi suatu bangsa yang cukup disegani dalam percaturan ekonomi dunia, karena selama dia berkuasa, sektor pengembangan SDM sangat mendapat perhatiannya. Bagaimana dengan Indonesia, kita lihat sepuluh tahun kedepan apakah kita akan menjadi negara seperti malaysia. wallahu a'lam.