Pontianak, 03 September 2008
Pemilihan wali kota Pontianak sebentar lagi, 7 Pasang Calon wali kota dan calon wakil kota Pontianak telah melakukan berbagai program untuk sosialisasi pada masyarakat. Ternyata kegagalan umat Islam dalam pemilihan gubernur belum lama ini belum menyadarkan tokoh-tokoh Islam untuk merapatkan barisan, mereka tetap tidak ada yang mau mengalah, karena merasa kuat dan mempunyai massa. dari tujuh pasang calon wali kota, terdapat calon wali kota non Muslim yaitu Harso utomo, walaupun wakilnya H. Kalut adalah dari Muslim. Kalau Etnis TiongHoa menyatukan suara, maka bukan tidak mungkin Harso inilah yang akan maju menjadi wali kota Pontianak, tapi disinyalir orang-orang Tion Hoa tidak memasang target untuk menjadi wali kota, karena mungkin mereka tidak mau ambil resiko bila terjadi kerusuhan, mereka tidak akan kesulitan dalam mengendalikan massa. enam pasang lainnya adalah Haitami salim- Gusti Herdiansyah, Sutarmiji-Paryadi, Abduh-Taha, Gusti Hersan-Setyawan Lim, dan Oscar-Azaz.
Umat islam memilih yang mana? saya tentu saja tidak berhak menentukan pilihan, tapi ada baiknya sebagai umat Islam, kita perlu mengkaji dan mencari informasi tentang semua sepak terjang dari calon wali kota maupun wakilnya sehingga kita tidak ikut-ikutan.
kita perlu mengetahui bagaimana proses pencalonannya, kalau dia membeli partai untuk maju artinya dia maju bukan karena kredibilitasnya tapi karena uangnya. baik juga melihat kiprahnya dalam kegiatan sehari-hari. Apakah mereka tidak melakukan bisnis yang mealwan hukum dan dan termasuk pengusaha yang banyak merugikan orang lain.
Mungkin nantinya anda dapat membuat kesimpulan, siapa yang berhak menjadi wali kota bukan karena wajahnya banyak terpampang di jalan tapi karena anda yakin dialah yang layak memimpin Pontianak ini. terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar